
Sudah 10 tahun sejak edisi pertama “Berlin Proposal” terbit (Nuansa Cendikia – Bandung, bersama Studio Hanafi – Depok, 2015). Puisi-puisi ini ditulis ketika Afrizal Malna mengikuti artis residen DAAD di Berlin selama 1 bulan (2012), dilanjutkan selama 1 tahun (2014-2015). Mengalami semacam pengalaman tubuh yang retreat dari bahasa: situasi neurotik berhadapan dengan kerja representasi makna. “Kadang saya seperti berlari mengejar cahaya yang sinarnya segera menghilang”.
Edisi perdana buku ini terbit dalam bahasa Jerman “druckmaschine drittmensch” (mesin percetakan orang-ketiga) sebagai edisi dengan jumlah puisi lebih sedikit. Diterjemahkan dengan metode interliterasi oleh Urilke Draesner, Katrin Bandel, Sophie Mahakam Anggawi (DAAD Berlin, 2015). Dan dalam edisi ini judul buku dikembalikan menjadi “mesin percetakan orang-ketiga”.
Dalam edisi baru ini Afrizal mengubah sedikit susunan daftar isi puisi. Menambahkan 4 puisi dalam era yang sama, dan tersebar pada terbitan yang lain. Dalam buku ini juga diikutsertakan tulisan Areispine Dymussaga Miraviori (akademisi sastra).
Judul: mesin percetakan orang ketiga
Penulis: Afrizal Malna
Penerbit: CV. Pelangi Sastra
viii + 172 halaman: 13 X 19 cm
Harga: Rp75.000
Pemesanan: 08989070003

